Tentang Event
Deskripsi As'ilah (Soal):
1. Fiqih (Kelas 6B) - Ustadz Proplayer: Rijal sedang berpuasa Senin sambil mabar Mobile Legends. Asap rokok teman-temannya terhirup dan membuatnya batuk.
2. Fiqih (Kelas 3B) - Menelan Kenyataan: Anton sedang mendengarkan khutbah Jumat saat berpuasa. Dahak sampai ke mulut dan karena malu meludah di depan mimbar, ia menelannya kembali.
3. Nahwu (Kelas 6C): Analisis tata bahasa pada kata أن dalam lafaz QS. Al-Balad ayat 7: أيحسب أن لم يره أحد.
Topik Pembahasan
- Status puasa menghirup asap rokok
- Hukum menelan dahak saat berpuasa
- Analisis أن Tahfif pada QS. Al-Balad ayat 7
Hasil Bahtsul Masail
HASIL BAHTSUL MASAIL SUGHRO IV
Soal 1 - Fiqih Kelas 6B
Pertanyaan: Bagaimana status keabsahan puasa Rijal yang menghirup asap rokok?
Jawaban: Puasa Rijal tetap dihukumi sah, sebab asap yang ia hirup bukan termasuk 'ain (benda berwujud), melainkan atsar (bekas/jejak). Hasyiyah al-Baijuri, Darul Kutub Islamiyyah, Vol. I, hlm. 558, menjelaskan bahwa yang membatalkan puasa adalah masuknya 'ain ke dalam jawf; angin dan rasa yang tidak memiliki atsar tidak membatalkan. Rujukan lain: Fathul Mu'in, Nurul Huda, hlm. 56.
Soal 2 - Fiqih Kelas 3B
Pertanyaan: Bagaimana hukum menelan dahak saat berpuasa dan apa solusinya?
Jawaban: Puasanya batal apabila dahak telah sampai pada Hadd az-Zhohir (حد الظاهر), yaitu bagian luar mulut, kemudian ditelan. Jika masih berada pada Hadd al-Bathin, puasa tidak batal. Solusinya adalah meludahkannya apabila memungkinkan. Rujukan: Taqrirotus Sadidah, Darul Ilmi wad Dakwah, Vol. I, hlm. 452-453, dan Al-Iqna', Darul Alamiyyah, Vol. I, hlm. 317.
Soal 3 - Nahwu Kelas 6C
Pertanyaan: أن pada lafaz أيحسب أن لم يره أحد termasuk أن apa?
Jawaban: أن tersebut dinamakan أن Tahfif, yaitu bentuk yang diringankan dari أنَّ. Ia tetap beramal, tetapi isimnya wajib berupa dhamir sya'n yang dibuang, sedangkan khabarnya berupa jumlah. Rujukan: Hasyiyah al-Hudlori, Dar al-Imam As-Syafi'i, Vol. I, hlm. 312.